FAM Serang, Komite SHM Banten Agil Riza : Restrukturisasi Kaderisasi FAM UIN : Membangun Kader yang Kritis, Solid & Berintegrasi

Table of Contents
 
Foto : Istimewa
STCPOS.ID | Serang - Restrukturisasi kaderisasi bukan sekadar pergantian struktur ataupun penataan kembali kepengurusan. Bagi saya, restrukturisasi kaderisasi merupakan momentum untuk melakukan evaluasi, pembenahan, dan penguatan arah gerakan Front Aksi Mahasiswa UIN ke depan.(30/8) 

Sebagai Presidium Front Aksi Mahasiswa Serang – Komite UIN SMH Banten, saya memandang bahwa kekuatan sebuah gerakan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya anggota, tetapi oleh kualitas kader, ketajaman berpikir, militansi dalam menjalankan tanggung jawab, serta kemampuan membangun solidaritas.

Kaderisasi harus mampu melahirkan mahasiswa yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga memiliki kemampuan membaca persoalan, melakukan kajian, menyampaikan gagasan, dan mengambil sikap terhadap persoalan yang terjadi di kampus maupun masyarakat.

Oleh karena itu, restrukturisasi kaderisasi FAM UIN harus diarahkan pada beberapa hal penting:
Pertama, memperkuat sistem kaderisasi.
Kaderisasi harus memiliki arah dan tahapan yang jelas agar setiap kader memahami nilai, visi, serta tujuan perjuangan organisasi.

Kedua, membangun budaya intelektual.
Gerakan mahasiswa harus dibangun dengan argumentasi dan kajian, bukan sekadar reaksi terhadap isu. Kader harus mampu membaca persoalan secara kritis dan menawarkan gagasan sebagai solusi.

Ketiga, memperkuat solidaritas dan kolektivitas.
Tidak boleh ada kader yang merasa berjalan sendiri. Organisasi harus menjadi ruang untuk bertumbuh, berdiskusi, dan saling menguatkan.
Keempat, membangun integritas kader.

Kader FAM harus memiliki keberanian untuk bersikap, tetapi juga mampu mempertanggungjawabkan setiap sikap dan tindakan yang diambil. Saya percaya bahwa restrukturisasi bukan berarti menghapus apa yang telah dibangun, melainkan memperbaiki apa yang masih kurang dan memperkuat apa yang sudah baik.

FAM UIN harus mampu melahirkan kader yang kritis dalam berpikir, berani dalam bersikap, solid dalam bergerak, dan bertanggung jawab dalam setiap perjuangan.

Mari kita jadikan restrukturisasi kaderisasi ini sebagai titik balik untuk membangun FAM UIN yang lebih progresif, terarah, dan memiliki daya tawar dalam mengawal kepentingan mahasiswa serta masyarakat.

Bukan sekadar memperbanyak kader, tetapi mencetak kader yang berkualitas.
Bukan sekadar membangun struktur, tetapi membangun kultur gerakan.
Bukan sekadar bergerak, tetapi memahami untuk apa kita bergerak.

Sumber : Agil Riza Rahmawan
Presidium
Front Aksi Mahasiswa Serang – Komite UIN SMH Banten