Kompolnas Kecam Oknum Polisi Hajar Wartawan di Serang, Choirul Anam: Media itu Pilar Demokrasi
Table of Contents
![]() |
| Kompolnas RI, Mohammad Choirul Anam. (Foto/Istimewa) |
STCPOS.ID | Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) RI angkat bicara terkait dugaan kekerasan terhadap wartawan yang diduga dilakukan oknum polisi saat aksi unjuk rasa di depan Pendopo Bupati Serang pada Kamis (8/10/2026) malam.
Komisioner Kompolnas RI, Mohammad Choirul Anam menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan harus dihindari dan siapa pun pelakunya wajib diusut tuntas.
"Siapapun yang melakukan kekerasan ya harus diusut tuntas. Oleh karenanya kita minta Propam Polda Banten untuk mendalami apa yang terjadi dan kalau ada pelanggaran ya diusut," kata pria yang akrab disapa Cak Anam kepada stcpos.id, Jumat (9/10).
Menurut Cak Anam, peristiwa tersebut harus didudukan secara objektif. Apalagi, media merupakan salah satu pilar penting dalam negara demokrasi.
"Jadi memang penting untuk mendudukkan persoalannya, bahwa media itu salah satu pilar penting dalam konteks negara demokrasi yang sedang kita bangun," bebernya.
Ia menegaskan, kerja jurnalistik adalah kerja yang sangat penting dalam negara demokrasi dan seharusnya dilindungi. Karena itu, kekerasan terhadap wartawan di Kota Serang harus ditindak tegas.
"Kerja jurnalistik adalah kerja-kerja yang sangat penting dalam negara demokrasi kita, harusnya dilindungi. Jadi siapapun yang melakukan kekerasan harus ditindak tegas," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang wartawan berinisial KS alias Aden diduga menjadi korban penganiayaan oknum anggota Polresta Serang Kota saat meliput aksi demo.
Aden mengalami luka memar serius hingga harus dirawat di RSUD dr. Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang. Selain dianiaya, ponsel korban juga diduga dirampas dan rekaman hasil liputannya dihapus paksa.
