Bedolan Pamarayan Batal, Warga Turun ke Jalan - Kapolres Janji Festival Besar Pekan Depan

Table of Contents
 
Dok. Istimewa
STCPOS.ID |SERANG -  Tradisi budaya Bedolan Pamarayan di Bendung Gerak Pamarayan Baru, Kabupaten Serang yang dijadwalkan digelar Sabtu (10/10/2026) batal dibuka pintu bendungnya. Pembatalan mendadak itu sempat memicu aksi warga turun ke jalan.

Kericuhan bermula dari dua surat Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) Kementerian PU.

Surat pertama Nomor HM0504/B/Bbws3/2026/887 tanggal 5 Oktober 2026, BBWS C3 pada prinsipnya mengizinkan Bedolan Pamarayan digelar 10 Oktober dengan syarat panitia menjaga keamanan, kebersihan, bertanggung jawab atas kerusakan, dan berkoordinasi dengan UPI.

Namun di poin yang sama, BBWS C3 menegaskan tidak akan melakukan pengurasan dan tidak membuka pintu bendung dengan alasan musim kemarau, debit air diprioritaskan untuk irigasi.

Lalu pada Rabu (7/10/2026), BBWS C3 menerbitkan Berita Acara baru setelah menerima aspirasi warga Desa Sangiang atas nama Maman Suryaman yang khawatir terjadi longsor akibat abrasi jika pintu bendung dibuka.

Dua surat tersebut memicu kekecewaan. Ratusan warga dari Pamarayan, Cikeusal, Petir dan Kampung Baru yang sudah berkumpul sejak pagi di bendungan menuntut bedolan tetap dilanjutkan. Mereka menyebut tradisi ini sudah 7 tahun vakum dan sangat dinanti.

Situasi memanas hingga Kapolres Kabupaten Serang AKBP Andri Kurniawan turun langsung ke lokasi.

Kapolres pun memberi solusi. Bedolan hari ini ditunda, dan pekan depan akan diganti Festival Bedolan Pamarayan yang lebih meriah dengan istighosah, wayang golek 3 hari 3 malam dan bazar UMKM yang difasilitasi Polres dan Pemkab Serang.

"Video rame-rame itu aspirasi masyarakat biasa yang pengen bedol. Awalnya tanggal 10 dibolehkan, pas tanggal 7 ada aspirasi dari Sangiang yang membatalkan. Karena ini sudah tradisi 7 tahun tidak dilakukan, warga nuntut surat yang pertama dilanjutkan. Tadi kita sempat turun ke jalan," ujar Maman, warga Kampung Baru Pamarayan.

Kepala Desa Kampung Baru Urdin memastikan situasi sudah kondusif.

"Sekali lagi situasi kondusif ya. Hasil putusan hari ini kita agendakan, Insya Allah bakal ada pesta besar-besaran. Untuk minggu depan itu difasilitasi sama pihak Balai dan pihak Kabupaten. Kegiatannya istighosah, wayang golek tiga hari tiga malam, kita pesta di minggu depan. Justru wayang golek itu dari Kapolres langsung," kata Urdin.

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan menegaskan akan mengawal langsung panitia.

"Jadi kita ambil solusi yang terbaik. Insya Allah minggu depan kita laksanakan. Tadi saya sudah sampaikan saya siap dukung, wayang goleknya dari saya nanti yang siapkan. Satu minggu ke depan kami akan bentuk panitia dan saya akan kawal langsung. Semua tradisi yang bagus kita laksanakan setiap tahun," tegasnya.

"Insya Allah Sabtu-Minggu pekan depan kita akan lakukan. Saya jaminannya untuk minggu depan dilaksanakan," tutup Kapolres yang juga mewakili Forkopimda.

Hingga berita ini diturunkan, Bendung Pamarayan Baru kondusif. Warga membubarkan diri tertib sambil menunggu realisasi festival pekan depan.

(*/Ino)