Sampah di jembatan Bogeg berserakan, dan diduga oknum satpol PP pungut biaya sampah
Table of Contents
![]() |
| Foto : jembatan Bogeg |
STCPOS.ID | SERANG - Jembatan Bogeg adalah salah satu jembatan yang megah di Kota Serang, banyaknya transportasi yang setiap saat melintas jembatan tersebut.
Tak heran banyak kegiatan yang dilakukan oleh para pedagang kaki lima yang menjajakan jualannya disepanjang jembatan Bogeg (sabtu 26/09/2026).
Banyaknya pedagang dan pengunjung yang hanya sekedar melepas lelah di Jembatan Bogeg menambah ramainya dan menjadi kesan untuk bersantai ria.
Ada yang selfie, live tik-tok, dan rebahan sembari menikmati jajanan yang ada di area jembatan Bogeg.
Namun pemandangan tertuju pada samping bawah jembatan Bogeg, dimana sampah berantakan seolah tidak diurus dengan baik.
"Alimudin 49 tahun selaku pengunjung jembatan Bogeg asal Pandeglang saat dimintai tanggapannya terkait sampah yang kian berantakan angkat bicara.
"Jujur jembatan Bogeg ini terbilang megah di Kota Serang, besar dan luas serta panjang. Dengan adanya sampah yang diduga tidak ada penanganan serius dari DLHK Kota Serang, maka ini menjadi pekerjaan rumah untuk segera dibenahi.
Sebab jika sampah dibiarkan tanpa adanya penanganan serius, akan menjadi lingkungan atau tempat menjadi kotor serta kumuh dan menimbulkan sumber penyakit" ujarnya (26/09)
Saat media mengkonfirmasi salah satu penjual kopi dan es yang enggan di sebut namanya mengatakan.
"Kami jualan disini sifatnya hanya dadakan, terkait sampah sehabis jualan selalu dibersihkan. Untuk pembayaran sampah Setiap malam minggu anggota satpol PP muter mintain uang sampah sebesar 5.000 hingga 10.000 tergantung ramai atau tidak penjualan dan untuk kwitansi tidak ada ujarnya.
Publik berharap DLHK Kota Serang bisa lebih respon terhadap kebersihan, karena kenyamanan adalah harapan semua warga Kota Serang dan yang lainnya.
Hingga berita ini terbit pihak media membuka ruang hak jawab sesuai undang undang pers nomer 40 tahun 1999
(*/Hanafi)
