Membeludak, Malam Pertama Maulid Nabi di Majelis Dzikir As-Suyudi Al-Bantani Diserbu 700 Jama'ah
Table of Contents
STCPOS.ID | Sejarah baru tercipta di Desa Ragas Masigit, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Majelis Dzikir As-Suyudi Al-Bantani resmi menjadi acara keagamaan dengan jumlah jamaah terbanyak di desa tersebut.
Acara yang digelar selama 3 malam berturut-turut ini dibuka pada Rabu malam, Kamis 09 September 2026. Antusiasme warga luar biasa. Hampir 700 jamaah memadati majelis hingga fi luar Majlis.
Dalam pembukaan, pendiri sekaligus penanggung jawab Majelis Dzikir As-Suyudi Al-Bantani, KH. Muhammad Abdul Roufurrokhim menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT.
"Alhamdulillah, dengan izin Allah malam ini kita berkumpul untuk memuliakan kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW. Saya ucapkan selamat datang dan terima kasih kepada, KH. Sibro Malisi Tanara, Ustadz Romli selaku Qori, para tokoh masyarakat, tim Maulidul Qiyam, perwakilan Kepala Desa RT/RW dan seluruh jamaah yang hadir," ujarnya.
KH. Abdul Roufurrokhim juga menegaskan bahwa kegiatan ini murni bentuk cinta umat kepada Rasulullah SAW.
"Acara Maulid ini adalah acara kita semua. Pembiayaan 100 persen mutlak dari pribadi. Tidak dari gubernur, tidak dari bupati, tidak dari lurah, tidak dari RT, dan tidak dari masyarakat. Ini bukti cinta kita kepada Nabi, kita laksanakan bersama-sama," tegasnya.
Sebagai bentuk syukur, pendiri sekaligus penanggung jawab Majelis Dzikir As-Suyudi Al-Bantani, KH. Muhammad Abdul Roufurrokhim membagikan sedekah kepada setiap jamaah yang hadir di setiap malam kegiatan.
"Jangan melihat isinya, yang penting niatnya. Ini bentuk cinta dan syukur kita kepada Allah dan Rasul-Nya," jelas beliau.
Puncak acara akan berlangsung pada malam terakhir, Sabtu, 11 September 2026. Selain sedekah, panitia juga menyiapkan kejutan khusus berupa air Zamzam asli langsung dari Mekah untuk seluruh jamaah yang hadir.
Rangkaian malam pertama diisi dengan pembacaan Do'a, Maulid Al-Barzanji, Mahallul Qiyam, Tilawatil Qur’an, dan tausiyah agama yang berlangsung khidmat hingga larut malam.
Di akhir acara, KH. Abdul Roufurrokhim memohon doa dan keberkahan.
"Terima kasih kepada seluruh jamaah yang sudah hadir dan meluangkan waktu serta tenaganya. Semoga langkah kita menuju majelis ini dicatat sebagai ibadah dan cinta kita kepada Rasulullah SAW diterima oleh Allah SWT. Aamiin," tutupnya.
Panitia mengundang seluruh masyarakat untuk hadir di malam kedua dan ketiga, serta bersama-sama memadati puncak acara pada malam Sabtu demi keberkahan bersama.