Sempat Dilarang Kuras Bendungan, Bedolan Pamarayan 2026 Tetap Meriah! Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah Tabur Ikan Secara Simbolis

Table of Contents
 
Foto : Bupati Serang  saat menebar benih ikan
STCPOS.ID | SERANG | Setelah melalui tarik ulur perizinan, tradisi tahunan Bedolan Pamarayan 2026 akhirnya resmi digelar meriah pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di Bendung Pamarayan Baru.

Bupati Serang, Hj. Ratu Rachmatuzakiyah, S.Pd., M.M. membuka secara langsung puncak acara di hadapan ribuan warga dari Kecamatan Pamarayan dan Cikesal.

Festival budaya ini sempat diwarnai dinamika perizinan dari Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWS C3).

Berdasarkan surat resmi Nomor HM0504/B/Bbws3/2026/887 tertanggal 5 Oktober 2026, BBWS C3 pada prinsipnya mengizinkan Bedolan Pamarayan 2026 digelar pada 10 Oktober 2026. Namun dalam surat yang sama, BBWS C3 menegaskan tidak akan melakukan pengurasan bendung dan tidak membuka pintu Bendung Pamarayan, dengan alasan musim kemarau dan debit air harus diprioritaskan untuk irigasi.

Lalu pada Rabu, 7 Oktober 2026, BBWS C3 kembali menerbitkan Berita Acara setelah menerima aspirasi dari warga Desa Sangiang atas nama Maman Suryaman yang khawatir akan terjadi longsor akibat abrasi jika pintu bendung dibuka.

Meski tanpa pengurasan total seperti tahun-tahun sebelumnya, antusiasme warga tak surut.

Dalam sambutannya yang penuh semangat, Bupati Serang Hj. Ratu Rachmatuzakiyah menekankan satu hal paling penting: keselamatan.

"Yang lebih penting adalah menjaga keselamatan jiwa, menjaga keselamatan diri. Saya lihat dari ujung bendungan sampai sini sudah sangat padat sekali. Kalau bawa anak-anak, tolong dijaga keluarganya masing-masing," ujar Bupati Ratu Zakiyah disambut jawaban siap dari warga.

Hadir dalam pembukaan tersebut Koordinator Lapangan Bendungan Pamarayan, Kasat Intelkam Polres Serang, Camat Pamarayan, Camat Cikesal, Danramil Pamarayan, Kapolsek Cikesal, Ketua Pelaksana sekaligus Kepala Desa Pamarayan, serta puluhan Kepala Desa se-Kabupaten Serang.

Bupati juga mengajak warga untuk menjaga kelestarian bendungan dari sampah.

"Kalau di awal kita masuk lingkungan Bendungan Pamarayan dengan bersih, maka setelah kegiatan ini juga kondisinya harus bersih. Kalau bawa sampah, sampahnya di keep lagi, jangan dibuang di sekitar bendungan," tegasnya.

Ia juga mengapresiasi BBWS C3 yang telah mendengar aspirasi warga dan panitia pelaksana. Menurutnya, Bedolan bukan hanya tradisi tangkap ikan, tapi juga penggerak ekonomi.

"Alhamdulillah banyak pelaku UMKM di sini. Semoga ini dapat menggerakkan perekonomian, khususnya di wilayah desa," tambahnya.

Di akhir sambutan, Bupati berpesan filosofis kepada warga yang berburu ikan.

"Di ujung ngabur ikan, tidak ada ikan yang berharga, yang berharga adalah keselamatan diri," pesannya.

Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Bupati Serang resmi membuka Festival Bedolan Pamarayan 2026. Sebagai simbolis dibukanya acara, Bupati Serang menaburkan ikan ke Bendungan Pamarayan, yang langsung disambut bahagia ribuan warga yang sudah siap dengan jala dan tanggoknya.

(*/trisno)