Batalkan Ikut Job Fair, PT Kenda di Jawilan Diduga Buka Jalur Belakang

Table of Contents


STCPOS.ID | SERANG | Di balik batalnya PT Kenda Rubber Indonesia mengisi Job Fair Disnaker Kabupaten Serang, muncul dugaan praktik percaloan tenaga kerja yang meresahkan.

Perusahaan ban raksasa asal Taiwan yang berlokasi di Jawilan itu disebut-sebut justru banyak memasukkan karyawan baru tanpa melalui Disnakertrans.

Fakta ini diungkap langsung oleh Kepala Bidang Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta) Disnaker Kabupaten Serang, Dedi Rosekhuddin, S.Ip., MM dan De Safari Natadikarya, S.Kom., M.Si (Pengantar Kerja Ahli Muda) saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2026).

"PT Kenda nggak jadi ikut, batal. Alasannya bentrok sama kegiatan internal," ujar De Safari singkat.

Padahal, kehadiran PT Kenda sangat dinantikan ribuan pencari kerja di Serang Timur. Ironisnya, saat Job Fair di Faletehan digelar, PT Kenda justru diduga melakukan rekrutmen jalur belakang.

Seorang warga Serang Bahagia yang enggan disebutkan namanya mengaku ditawari masuk PT Kenda dengan membayar sejumlah uang pada saat berbarengan dengan kegiatan job fair di Falatehan lalu.

"Saya ditawari teman masuk ke PT Kenda, dia juga baru masuk pakai ADM diperkirakan 10 juta lebih. Saya ditawari 14 jutaan kalau tidak salah. Keinginan sih pengen bekerja, tapi apa daya tidak punya uang," keluh warga Serang Bahagia, kamis (15/10).

Menanggapi hal itu, Aktivis Banten, Kresna Sakti, mengkritik keras kinerja Satgas Pungli Ketenagakerjaan yang dibentuk Pemkab Serang.

"Berarti Satgas Pungli Ketenagakerjaan yang dibentuk Pemkab Serang tidak ada gunanya. Lihat sendiri di lapangan, mana kerja Satgas? Cuma menghabiskan anggaran APBD Kabupaten Serang. Faktanya di lapangan calo makin merajalela," tegas Kresna, kamis(15/10).

Data Disnaker sendiri mencatat, dari 700 perusahaan besar di Kabupaten Serang, hanya 150 perusahaan yang aktif melaporkan lowongan kerja secara transparan. Pembatalan PT Kenda dalam Job Fair menambah daftar panjang perusahaan yang tidak memanfaatkan rekrutmen resmi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Kenda Rubber Indonesia belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pungli berkedok ADM tersebut dan kapan akan membuka rekrutmen terbuka yang transparan sesuai aturan Wajib Lapor Lowongan Pekerjaan (WLLP) melalui aplikasi SIAPkerja.

(*/ino)