Jusepta Kades Bojongloa: Setiap Musrenbang Sejak 2022 Sudah Diajukan, Namun Belum Juga Terealisasi

Table of Contents
 
Foto : jusepta kades bojong loa
STCPOS.ID | Tangerang – Masyarakat Kampung Bojongloa, khususnya warga RT 01 dan RT 02/RW 01, Desa Bojongloa, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten, kembali mengeluhkan kondisi jalan yang hingga kini belum mendapatkan perbaikan.(8/9/2026) 

Keluhan tersebut disampaikan warga karena kondisi jalan yang rusak dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari dan kenyamanan masyarakat yang melintas. Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah agar akses jalan tersebut segera diperbaiki.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Desa Bojongloa, Jusepta, mengatakan bahwa pemerintah desa sebenarnya telah berulang kali mengusulkan pembangunan atau betonisasi jalan tersebut melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Menurut Jusepta, usulan tersebut bahkan telah disampaikan sejak tahun 2022 dan terus dimasukkan sebagai salah satu kegiatan prioritas dalam Musrenbang tingkat kecamatan. Namun, hingga saat ini usulan tersebut belum juga terealisasi.

“Berapa kali kami masukkan data betonisasi Jalan Bojongloa Masjid setiap Musrenbang dari tahun 2022, belum juga terealisasi. Kami sering masukkan kegiatan prioritas Musrenbang kecamatan,” ungkap Jusepta saat dikonfirmasi awak media, Selasa (8/9/2026).

Jusepta menjelaskan, kondisi jalan tersebut memang sudah mengalami kerusakan sejak sebelum dirinya menjabat sebagai kepala desa. Pemerintah Desa Bojongloa, kata dia, terus berupaya mengusulkan perbaikan melalui mekanisme perencanaan pembangunan yang tersedia.

“Kami dari pemerintah desa selalu berupaya agar infrastruktur jalan dapat diperbaiki demi kenyamanan warga dalam beraktivitas,” ujarnya.

Dengan telah berulang kali masuknya usulan sejak 2022, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang dapat memberikan perhatian dan kepastian terhadap rencana perbaikan jalan tersebut.

Warga berharap jangan sampai jalan yang telah bertahun-tahun diusulkan melalui Musrenbang kembali hanya menjadi catatan dalam setiap perencanaan tanpa adanya realisasi di lapangan.