Di hari ke tiga 1.300 jama'ah padati perayaan maulid nabi Muhammad Saw 1448 hijriah, Di majlis dzikir As-suyudi Al-Bantani
Table of Contents
![]() |
| Dok. Istimewa |
Peringatan ini dihadiri oleh masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, tokoh masyarakat dan para ulama. Kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan lantunan solawat dan doa bersama untuk mengungkapkan rasa syukur atas kelahiran Rasulullah Muhammad SAW.
Acara dilanjutkan dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh KH. kudri asal Tanara . Dalam ceramahnya, beliau menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya sekadar mengenang kelahiran Rasulullah, melainkan juga menjadi momentum penting untuk menguatkan kecintaan, meneladani akhlak mulia beliau, serta memperdalam pengenalan diri kepada Allah SWT.
Beliau menjelaskan bahwa manusia diciptakan dengan dua unsur pokok, yaitu jasmani dan rohani. Jasmani berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah, sedangkan rohani berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. Oleh karena itu, kehidupan dunia hendaknya diarahkan untuk menyiapkan bekal menuju akhirat dengan menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama. KH. Kudri menekankan bahwa cinta kepada Allah harus diwujudkan dengan menaati Rasul-Nya, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an. Dengan memperbanyak shalawat, seorang hamba dapat semakin dekat dengan Allah dan mendapatkan keberkahan hidup.
KH Muhammad Abdul Roufurrokhim Dalam sambutannya, beliau mengingatkan jamaah untuk selalu meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW, terutama dalam hal kejujuran, kasih sayang, serta semangat menjaga persaudaraan di tengah masyarakat.
KH rouff juga menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Islami kepada generasi muda sejak dini. “Jika kita ingin memiliki generasi penerus yang kuat dan berakhlak baik, maka pendidikan agama dan keteladanan Nabi harus terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dalam acara maulid nabi Muhammad Saw, Majelis Dzikir as-Suyudi al-Bantani juga memberikan santuan kepada masyarakat yang menghadiri acara maulid.
Masyarakat yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai. Kehadiran warga yang begitu ramai mencerminkan tingginya kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW dan keinginan untuk memperkuat iman melalui kegiatan keagamaan.
Pimpinan majelis dzikir As-suyudi Al-Bantani dan ketua penyelenggara KH. Muhammad Abdul Roufurrokhim, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini, baik melalui tenaga, waktu, maupun materi. Ia berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan semangat kebersamaan yang lebih besar. Ia mengatakan acara kegiatan maulid nabi Muhammad Saw berjalan sampai 3 hari tiga malam agar masyarakat lebih mencintai kanjeng rasulullah.
Dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, warga Desa Masigit berharap dapat menambah rasa cinta kepada Rasulullah serta menjadikan ajarannya sebagai pedoman hidup dalam bermasyarakat.
(*/Tomi)
