Semangat Membangun Pemulihan Desa Kembali Diperkuat Melalui Sosialisasi Penguatan Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi

Table of Contents
 
Dok. Istimewa
STCPOS.ID | SERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang menggelar kegiatan Sosialisasi Penguatan Pemulihan Pascabencana dan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di Aula Kantor Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Banten, pada Senin (27/07/2026) pukul 10.00 WIB.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pemerintah desa dan masyarakat mengenai mekanisme rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, sekaligus membahas langkah-langkah teknis persiapan pengendalian banjir serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana banjir melalui kerja sama dengan berbagai instansi terkait.

Acara dihadiri oleh Camat Binuang, Sekretaris Kecamatan, Pemerintah Desa, para Kepala Desa, BPD, Muspika Kecamatan Binuang, Satpol PP, Ketua RT dan RW, TP PKK, serta sejumlah awak media.

Kegiatan diawali dengan doa bersama dan sambutan dari para narasumber yang menekankan pentingnya upaya pencegahan serta penguatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi. Selain itu, sosialisasi juga mendorong pembentukan Destana (Desa Tangguh Bencana) sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Kecamatan Binuang.

Dalam penyampaiannya, Nurmaningsih selaku Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Serang menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan program jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang sebagai langkah pencegahan agar banjir tidak kembali terjadi di lokasi yang sama.

 "Karena banjir ini terjadi akibat luapan tanggul Sungai Cidurian. Dampak banjir sudah kita rasakan, namun tadi juga sudah disampaikan bagaimana langkah mitigasi dan pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi pada tahun ini," ujar Nurmaningsih.

Ia menambahkan bahwa mitigasi jangka pendek dapat dilakukan langsung oleh masyarakat melalui budaya gotong royong, normalisasi saluran air, serta menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

 "Mitigasi dilakukan melalui program jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, masyarakat dapat bergotong royong melakukan normalisasi saluran air serta tidak membuang sampah sembarangan," tegasnya.

Sementara itu, Camat Binuang, Mamak Abror, SE., MM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, kebakaran, maupun cuaca ekstrem tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas sosial, perekonomian masyarakat, pelayanan pendidikan, kesehatan, hingga kondisi psikologis masyarakat.

Menurutnya, sinergi seluruh pihak sangat diperlukan agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan cepat, tepat, dan berkelanjutan.

"Melalui sosialisasi ini, kami berharap seluruh peserta memahami langkah-langkah pemulihan pascabencana, sehingga ketika terjadi bencana masyarakat mampu bangkit lebih cepat dan pelayanan dasar tetap dapat berjalan dengan baik," ujar Mamak Abror kepada redaksi.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kecamatan Binuang berharap seluruh desa semakin siap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, sekaligus mampu menyusun langkah-langkah pemulihan yang terencana, terkoordinasi, dan berkelanjutan demi menjaga keselamatan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*/fajar