BPBD Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Desa Teras, Camat Carenang Ajak Desa Siapkan Program Antisipasi Kemarau
Table of Contents
![]() |
| Dok. Istimewa |
Sejak pagi, ratusan warga tampak berbondong-bondong mengantre membawa berbagai wadah untuk mendapatkan pasokan air bersih. Kekeringan yang telah berlangsung sekitar dua bulan terakhir membuat masyarakat kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari karena hingga kini hujan belum juga turun.
Salah seorang warga, Sarwidi, mengaku bersyukur atas bantuan air bersih yang disalurkan pemerintah. Menurutnya, program tersebut sangat membantu masyarakat yang selama ini harus membeli air bersih akibat sumur-sumur mulai mengering.
"Saya berharap kalau musim kemarau masih terus berlanjut, pemerintah desa bisa rutin menyalurkan bantuan air bersih, misalnya dua minggu sekali atau bahkan seminggu sekali agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," ujar Sarwidi.
Berdasarkan data di lapangan, musim kemarau tahun ini berdampak pada empat desa di Kecamatan Carenang, yakni Desa Ragas Masigit, Desa Teras, Desa Walikukun, dan Desa Sambi Ayunan. Diperkirakan sekitar 450 Kepala Keluarga (KK) terdampak krisis air bersih. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder).
Sementara itu, Camat Carenang, Imron, mengimbau pemerintah desa bersama masyarakat untuk menyusun agenda dan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau agar penanganan kekeringan dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.
"Kami mengimbau masyarakat, khususnya di Desa Teras, untuk bersama pemerintah desa menyusun agenda penanganan musim kemarau, sehingga ada keterlibatan pemerintah desa maupun pemerintah daerah dalam mengantisipasi dampak kekeringan," kata Imron.
Pemerintah berharap penyaluran air bersih ini dapat meringankan beban masyarakat selama musim kemarau berlangsung, sembari terus memantau kondisi wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih.(*/team STCPOS)
