Oknum TNI Diduga Ngamuk Usai Gudang Kimia di Kramatwatu-Serang Didatangi Jurnalis: HS Dibogem
Table of Contents
![]() |
| Ilustrasi AI Generate/IST |
STCPOS.ID | Upaya konfirmasi ke sebuah gudang yang diduga menjadi tempat penimbunan bahan kimia berbahaya di Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, berujung kekerasan.
Seorang aktivis asal Kota Cilegon mengaku dipukul oleh oknum anggota TNI berinisial SM Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (3/10). Saat itu korban berinisial HS bersama rekan jurnalis lainnya mendatangi gudang tersebut untuk mencoba melakukan konfirmasi.
"Kami sudah mendapatkan pengakuan dari pemilik usaha itu. Pasaribu mengakui gudang tersebut memang untuk menampung bahan kimia berbahaya," kata HS kepada stcpos.id, Selasa (7/10/2026).
Menurut HS, saat mereka sedang berlangsung melakukan konfirmasi, kemudian Pasaribu menghubungi rekannya.
"Kita lagi ngobrol dengan Pasaribu, tiba-tiba Pasaribu telepon temannya namanya Simon. Setelah datang di lokasi dan saya mau wawancara Simon, tiba-tiba saya didorong dan dipukul," terang HS.
Tidak hanya melakukan pemukulan, oknum tersebut juga diduga melontarkan ancaman dengan nada tinggi terhadap sejumlah jurnalis.
"Lu mau ganggu usaha gua, gua hancurin muka lu," ujar HS menirukan ucapan oknum TNI tersebut.
Akibat kejadian tersebut, HS mengaku mengalami luka di punggung bagian belakang dan telah melakukan visum. Kasus itu pun telah ia laporkan HS secara resmi ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) III/4 Serang.
"Yang bersangkutan sudah saya laporkan ke Denpom Serang dan berharap ditindaklanjuti agar peristiwa ini tidak menjadi perhatian publik yang lebih serius lagi," ungkapnya.
Sementara itu hingga berita ini ditayangkan berita ini, pihak Denpom Serang maupun pemilik gudang bernama Pasaribu belum berhasil dikonfirmasi. (*/RED)
