Camat Mamak Abror Ajak Warga Jadikan Kemerdekaan Sebagai Gerakan Nyata Untuk Mengabdi
Table of Contents
![]() |
| Dok. Istimewa |
Upacara berlangsung khidmat dan penuh makna. Unsur Forkopimcam, Lanud SAT, para kepala desa, para dewan guru mulai dari tingkatan paud hingga SMA dan SMK, pengawas dan penilik, jajaran UPT , tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, seluruh pelajar, organisasi kemasyarakatan, SPPG , serta masyarakat Kecamatan Binuang turut mengikuti rangkaian upacara dengan penuh antusias.
Dalam sambutannya, Camat Binuang Mamak Abror, SE, MM mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi sebagai pengingat untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah dan bangsa.
Menurutnya, semangat perjuangan para pahlawan harus diteruskan melalui berbagai bentuk pengabdian di tengah masyarakat.
Jika dahulu para pahlawan berjuang dengan senjata, kata Camat, maka perjuangan generasi saat ini adalah melawan kemiskinan, kebodohan, ketidakpedulian serta berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.
“Mari kita mulai dari hal sederhana: bekerja dengan jujur, melayani dengan ikhlas, membantu sesama, menjaga lingkungan, mendidik anak-anak kita, dan menghidupkan kembali semangat gotong royong,” ujarnya.
Camat Binuang juga menegaskan bahwa salah satu kekuatan terbesar Kecamatan Binuang adalah semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakatnya yang selama ini sudah makin pudar , terutama penangan sampah lingkungan dan rasa kepedulian sesama warga akan dampak kemarau yang berkepanjangan sehingga kekeringan dan kebutuhan air bersih yang melanda kec.binuang.
Menurutnya, perbedaan pendapat dan pola pikir di tengah masyarakat yang sebentar sebentar langsung viral, hendaknya di imbangi dengan bijak dan rasional, tidak ada konflik kepentingan dan politis, ,sebaiknya tetap mengedepankan persatuan dan selalu mengutamakan kepentingan umum.
“Berbeda bukan berarti bermusuhan. Berbeda adalah kekayaan, bersatu adalah kekuatan,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Binuang agar semakin maju, tidak hanya dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga melalui peningkatan kepedulian sosial, kebersamaan dan kesejahteraan masyarakat.
“Ketika masyarakat membutuhkan pelayanan, kita layani. Ketika masyarakat mengalami kesulitan, kita bantu. Karena jabatan bukan sekadar kedudukan, tetapi amanah untuk mengabdi,” ungkapnya.
Pesan untuk Generasi Muda
Di hadapan para pelajar dan pemuda, Camat Binuang berpesan agar generasi muda berani bermimpi, rajin belajar, berprestasi dan menjauhi berbagai hal yang dapat merusak masa depan.
“Kalian adalah generasi penerus bangsa. Masa depan Indonesia ada di tangan kalian,” pesannya.
Menutup sambutannya, Camat Binuang mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan semangat kemerdekaan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Merah Putih jangan hanya berkibar di tiang bendera, tetapi berkibarlah juga di dalam hati sanubari kita. Merah dengan keberanian tekad meraih masa depan gemilang dan semangat untuk bekerja, dan filosofi putih melambangkan dengan ketulusan hati untuk mengabdi,” tuturnya.
Ia kemudian mengajak seluruh masyarakat menyatukan langkah:
“Bersama kita jaga persatuan. Bersama kita hidupkan gotong royong. Bersama kita bangun Binuang. Bersama kita majukan Indonesia.”
Rangkaian upacara ditutup dengan Rangkaian pagelaran bela diri silat Pagar Nusa Binuang asuhan bapak sahrani dilanjutkan dengan pertunjukan debus dan Tari tarian Karuhun Banten sangat kental filosofinya dengan seni budaya Binuang persembahan dari siswa SMA 1 Binuang yang sudah pernah tampil di tingkat provinsi Banten, dan di akhiri dengan pembagian berbagai Hadiah menarik dan Tropi piala diberbagai lomba 17 an bersama Warga. (*/Tomi)
