Nyawa Nopi Haerani Tak Tertolong, Keluarga Kecewa dan Minta Pelayanan Puskesmas Cisoka Dievaluasi
Table of Contents
![]() |
| Dok. Istimewa |
Keluarga mengaku kecewa karena sebelum meninggal dunia, mereka telah meminta agar Nopi segera dirujuk ke RSUD Balaraja. Namun, menurut keterangan keluarga, pihak Puskesmas Cisoka menyampaikan bahwa proses rujukan harus mengikuti prosedur dan sistem yang berlaku.
Ardi, salah satu keluarga Nopi yang saat itu turut mengantar bersama kedua orang tua korban, mengatakan bahwa ketika tiba di Puskesmas Cisoka, kondisi Nopi masih dalam keadaan sadar dan dapat duduk, namun mengalami sesak napas.
"Saat saya ke Puskesmas Cisoka, pasien masih bisa duduk, cuma sudah engap. Pasang oksigen juga. Saya menghadap ke staf dan bertanya, 'Pak, Bu, ini bagaimana kondisinya? Bisa tidak diantarkan saja ke rumah sakit? Karena kondisi seperti ini saya khawatir takut terjadi apa-apa.' Kemudian dijawab pihak pegawai puskesmas bahwa harus mengikuti prosedur dan aturan yang ada. Katanya sudah disebarkan di grup ke rumah sakit, tetapi belum ada yang merespons," ungkap Ardi.
Karena khawatir dengan kondisi Nopi, Ardi kemudian mendatangi kantor Kecamatan Cisoka untuk meminta bantuan. Ia bertemu dengan Camat Cisoka dan menyampaikan kondisi Nopi yang saat itu masih menjalani perawatan di Puskesmas Cisoka.
Menurut Ardi, Camat Cisoka kemudian membantu menghubungi pihak RSUD Balaraja.
"Saya ke kecamatan dan lapor ke Pak Camat. Saya sampaikan, 'Pak Camat, tolong dong, ini warga saya, keponakan saya juga, sekarang sedang dirawat di Puskesmas Cisoka. Kondisinya engap, minta tolong ke RSUD Balaraja.' Alhamdulillah, Pak Camat membantu menelepon Kepala RSUD Balaraja dan katanya tinggal langsung berangkat," jelasnya.
Namun, saat Ardi kembali ke Puskesmas Cisoka, kondisi Nopi justru semakin kritis. Menurut keterangannya, Nopi sempat dipasangi alat medis, namun sekitar lima menit kemudian dinyatakan meninggal dunia.
"Pas saya ke puskesmas lagi, pasien sudah dipasang alat. Lima menit kemudian meninggal," ujar Ardi.
![]() |
| Dok. Istimewa |
Ardi menuturkan, sejak awal kedatangan, pihak puskesmas telah memberikan oksigen dan infus kepada Nopi. Namun, keluarga berharap proses penanganan terhadap pasien dengan kondisi sesak berat dapat dilakukan secara cepat, termasuk ketika keluarga meminta agar pasien segera dirujuk ke rumah sakit.
"Pas datang pihak puskesmas memberikan oksigen, diinfus juga. Karena saya ke situ siang sekitar jam 12, saya memohon minta langsung dirujuk dan dibawa ke rumah sakit. Kondisinya sudah engap. Tapi kita harus mengikuti aturan di sistem, menunggu di sistem," katanya.
Atas kejadian tersebut, Ardi berharap pelayanan di Puskesmas Cisoka dapat dievaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
"Harapannya untuk Puskesmas Cisoka dievaluasi lagi, biar tidak terjadi lagi seperti ini. Cukup ini saja yang terakhir," ucap Ardi.
Sementara itu, awak media telah berupaya menghubungi Kepala Puskesmas Cisoka untuk meminta klarifikasi terkait kronologi penanganan Nopi Haerani, termasuk mengenai prosedur rujukan yang diterapkan saat itu. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan.
Awak media juga mendatangi Puskesmas Cisoka untuk menggali informasi lebih lanjut. Petugas keamanan yang berjaga membenarkan adanya kejadian tersebut. Salah seorang petugas juga meminta nomor kontak awak media untuk disampaikan kepada dokter yang saat itu menangani Nopi Haerani.
Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak Puskesmas Cisoka belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut.
(Red/Agi)

