BEM Banten Gelar Aksi di PT Cipta Paperia, Soroti Dugaan Pencemaran Sungai Ciujung
Table of Contents
![]() |
| Dok. Istimewa |
Aksi mahasiswa dipicu oleh persoalan lingkungan yang menurut mereka telah berlangsung cukup lama dan terjadi berulang. Mahasiswa menilai kondisi Sungai Ciujung yang berada di sekitar kawasan industri tersebut perlu mendapat perhatian serius dari perusahaan maupun pemerintah.
Perwakilan mahasiswa BEM Banten yang enggan disebutkan namanya mengatakan, persoalan pencemaran Sungai Ciujung bukan merupakan kejadian baru. Menurutnya, kondisi sungai yang berubah menjadi keruh dan hitam telah dirasakan masyarakat sekitar.
“Pencemaran ini sudah terjadi lama dan berulang kali. Namun sampai sekarang masih belum terlihat adanya perbaikan yang maksimal dalam sistem pengelolaan dan pembuangan limbah,” ujarnya.
Ia menyebut, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap masyarakat yang berada di sekitar aliran Sungai Ciujung. Air sungai disebut berbau, keruh dan membuat kulit terasa gatal ketika terkena air.
“Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. Air sungai yang dahulu bisa dimanfaatkan, sekarang sudah tidak bisa lagi digunakan untuk kebutuhan sehari-hari karena kondisinya tercemar,” katanya.
![]() |
| Dok. Istimewa |
Aksi tersebut mendapat pengamanan dari personel polsek Cikande. Kapolsek Cikande Kompol Rudika Harto Kanajiri terlihat memantau langsung jalannya aksi sekaligus berupaya menjaga situasi tetap kondusif dan menenangkan massa mahasiswa.
Sementara itu, Direktur PT Cipta Paperia Ahmad Satibi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas persoalan yang terjadi. Ia menegaskan bahwa perusahaan akan melakukan perbaikan terhadap sistem pengelolaan dan pembuangan limbah.
“Perusahaan kami sudah lama berdiri dan selama ini mengikuti aturan pemerintah, khususnya terkait lingkungan. Kami sebelumnya memohon maaf kepada masyarakat atas segala kesalahan yang terjadi di perusahaan PT Cipta Paperia,” ujar Ahmad.
Ia mengatakan, pihak perusahaan akan melakukan perbaikan sistem pengelolaan limbah dan terus berkoordinasi dengan pemerintah dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya Sungai Ciujung.
“Kami ke depan akan terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan Sungai Ciujung. Kami berharap pada 2030 Sungai Ciujung bisa bebas dari pencemaran limbah,” katanya.
Aksi mahasiswa tersebut menjadi sorotan terhadap pentingnya pengawasan pengelolaan limbah industri di kawasan Sungai Ciujung. Mahasiswa berharap adanya langkah konkret dan berkelanjutan dari perusahaan maupun pemerintah agar kualitas lingkungan dan keberadaan sungai dapat terjaga serta tidak merugikan masyarakat sekitar. (*/Tom)

