Pemuda Berdampak Hadir di Kota Cilegon, Siapkan Ruang Kolaborasi, Ruang Kritis, dan Gerakan Anak Muda: Satukan Gagasan, Bangun Gerakan Menuju Deklarasi Wilayah Kota Cilegon

Table of Contents
Dok. Istimewa
STCPOS.ID | Cilegon — Pemuda Berdampak terus memperluas jaringan gerakan kepemudaan di Provinsi Banten. Kali ini, Pemuda Berdampak mulai mempersiapkan konsolidasi organisasi di Kota Cilegon sebagai langkah awal menuju Deklarasi Pemuda Berdampak Wilayah Kota Cilegon.

Kehadiran Pemuda Berdampak di Kota Cilegon membawa semangat untuk membangun ruang kolaborasi, ruang kritis, serta wadah bagi anak muda untuk menyampaikan ide dan gagasan, mengembangkan potensi, dan mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah.

Konsolidasi ini menjadi momentum untuk menghimpun pemuda, mahasiswa, serta berbagai elemen masyarakat dalam satu gerakan yang memiliki visi bersama, yakni mendorong lahirnya generasi muda yang produktif, kritis, progresif, dan mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Founder Pemuda Berdampak, Bagas Yulianto, menyampaikan bahwa kehadiran Pemuda Berdampak di Kota Cilegon bukan sekadar memperluas struktur organisasi, melainkan membangun ruang bersama bagi generasi muda untuk bertumbuh dan mengambil peran dalam kehidupan sosial maupun pembangunan daerah.

“Kami ingin Pemuda Berdampak menjadi rumah bersama bagi anak muda. Sebuah ruang untuk berkolaborasi, ruang untuk berpikir kritis, ruang untuk menyampaikan ide dan gagasan, sekaligus ruang untuk melahirkan aksi nyata. Anak muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pembangunan daerahnya sendiri. Mereka harus diberikan kesempatan, kepercayaan, dan ruang untuk ikut menentukan arah masa depan daerahnya,” ujar Bagas Yulianto.

Lebih lanjut, Bagas menegaskan bahwa Pemuda Berdampak ingin membangun gerakan kepemudaan yang tidak hanya ramai dalam kegiatan seremonial, tetapi memiliki keberlanjutan melalui program kerja, pengabdian masyarakat, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pengawalan kebijakan publik.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Kota Cilegon, Eko Setiawan, menyampaikan bahwa konsolidasi ini merupakan langkah awal untuk menyatukan potensi pemuda di Kota Cilegon agar memiliki wadah perjuangan dan kolaborasi yang terarah.

“Kami ingin mengajak seluruh pemuda dan mahasiswa Kota Cilegon untuk bersama-sama membangun gerakan ini. Kota Cilegon memiliki banyak potensi generasi muda yang perlu diberikan ruang untuk berkembang, berkreasi, menyampaikan gagasan, dan berkontribusi. Melalui Pemuda Berdampak, kami ingin menghadirkan gerakan yang terbuka, kritis, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ungkap Eko Setiawan.

Menurutnya, pembangunan Kota Cilegon membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk generasi muda. Oleh karena itu, pemuda harus memiliki keberanian untuk memberikan masukan, menyampaikan kritik yang konstruktif, serta ikut mengawal berbagai kebijakan pembangunan agar berjalan sesuai dengan kepentingan masyarakat.

Melalui konsolidasi menuju deklarasi ini, Pemuda Berdampak Wilayah Kota Cilegon diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya gagasan-gagasan baru, memperkuat solidaritas antarpemuda, serta membangun kolaborasi lintas organisasi dan komunitas.

Pemuda Berdampak meyakini bahwa perubahan tidak lahir hanya dari banyaknya suara, tetapi dari keberanian menyatukan gagasan dan konsistensi mewujudkannya menjadi tindakan nyata.

Saatnya anak muda Kota Cilegon mengambil peran. Bukan hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian dari gerakan perubahan dan pembangunan daerah.


PEMUDA BERDAMPAK
Mengabdi, Bergerak, Berdampak.

Bersatu dalam Gagasan, Bergerak dalam Aksi, Berdampak untuk Negeri Menuju Indonesia Emas 2045.