Selain Bising Debu Yang Di Dapat Masyarakat Kampung Buah Desa Majasari PT Gunung Sentral Indonesia Tidak Perduli Dengan Warga Sekitar Area Pabrik

Table of Contents
 
Dok. Istimewa
STCPOS.ID | Serang – Keberadaan sebuah perusahaan di tengah permukiman warga pada umumnya diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar, baik dari sisi ekonomi, kesempatan kerja, maupun hubungan sosial dengan masyarakat. Namun, harapan tersebut justru dinilai belum dirasakan oleh sebagian warga Kampung Buah, Desa Majasari, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang.(12/7) 

Sejumlah warga mengeluhkan aktivitas operasional pabrik baja PT Gunung Sentral Indonesia yang disebut telah berlangsung hampir satu tahun. Menurut mereka, hingga saat ini yang paling dirasakan justru dampak lingkungan berupa kebisingan dan debu yang muncul hampir setiap hari.

Salah seorang warga, Amsar, mengaku rumahnya hanya berjarak sekitar 15 meter dari area pabrik. Ia mengatakan aktivitas perusahaan cukup mengganggu kenyamanan warga yang tinggal di sekitar lokasi.

"PT Gunung Sentral Indonesia sudah beroperasi hampir satu tahun, tapi apa yang kami dapat? Tidak ada kompensasi, tidak ada koordinasi dengan lingkungan. Yang kami rasakan hanya debu dan suara bising setiap hari," ujar Amsar.

Menurutnya, kebisingan dari aktivitas pabrik sering terdengar sejak pagi hingga sore hari. Sementara itu, debu yang diduga berasal dari aktivitas operasional perusahaan disebut kerap masuk ke rumah-rumah warga sehingga mengganggu kenyamanan dan kebersihan lingkungan.

Warga berharap perusahaan tidak hanya berorientasi pada kegiatan produksi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri. Mereka menilai komunikasi antara perusahaan dengan warga perlu dibangun agar berbagai persoalan yang muncul dapat diselesaikan secara baik.

Selain itu, masyarakat juga berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan terhadap aktivitas perusahaan, termasuk memastikan pengelolaan dampak lingkungan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini ditayangkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak PT Gunung Sentral Indonesia terkait keluhan warga tersebut. Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi kepada manajemen perusahaan guna memperoleh penjelasan dan memastikan pemberitaan yang berimbang. 

(*/Team_stc)