KKM Kelompok 32 Universitas Primagraha Tingkatkan Keselamatan Pengguna Jalan Melalui Pemasangan Reflektor di Kampung Buahlaler
Table of Contents
![]() |
| Dok. Istimewa |
Program ini lahir dari hasil observasi yang dilakukan kami selama pelaksanaan KKM. kami juga menemukan bahwa ruas jalan di Kampung Buahlaler memiliki tingkat pencahayaan yang masih sangat terbatas pada malam hari. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang pengendara berkurang sehingga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua dan masyarakat yang melintas pada malam hari.
Menanggapi kondisi tersebut, KKM Kelompok 32 Universitas Primagraha berinisiatif membuat dan memasang reflektor jalan pada sejumlah titik yang dinilai rawan. Reflektor dipasang sebagai penanda jalan yang mampu memantulkan cahaya lampu kendaraan sehingga pengguna jalan dapat lebih mudah mengenali arah dan batas jalan meskipun berada dalam kondisi minim penerangan.
Ketua KKM 32 taktakan Ahmad kholil menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk implementasi pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui solusi sederhana yang memberikan manfaat nyata.
"Kami berharap pemasangan reflektor jalan ini dapat membantu meningkatkan keselamatan masyarakat, khususnya pada malam hari. Meskipun merupakan langkah sederhana, kami percaya bahwa upaya pencegahan seperti ini dapat mengurangi potensi terjadinya kecelakaan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berlalu lintas," ujarnya.
Masyarakat Kampung Buahlaler menyambut baik program tersebut dan memberikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa KKM Universitas Primagraha. Warga berharap keberadaan reflektor jalan dapat menjadi penunjang keselamatan bagi para pengendara maupun pejalan kaki yang melintasi kawasan tersebut, khususnya pada malam hari ketika kondisi jalan gelap dan jarak pandang terbatas.
Melalui program kerja ini, KKM Kelompok 32 Universitas Primagraha berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Pemasangan reflektor jalan tidak hanya menjadi upaya preventif dalam mengurangi risiko kecelakaan, tetapi juga menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus mencerminkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, dengan menghadirkan inovasi sederhana yang mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat di Kelurahan Taktakan.*(/ZD)
