Pengendara Motor Terjatuh Akibat Penutupan Akses Jalan di Cisoka, Warga Protes Kebijakan Pengalihan Arus
Table of Contents
![]() |
| Dok. Istimewa |
Peristiwa tersebut terjadi setelah petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang menutup akses jalan di kawasan Perapatan Skuer Cisoka dan depan gang menuju Perumahan Green Emerald Cisoka sebagai dampak dari penataan dan pembongkaran lapak pedagang di pasar penampungan.
Penutupan jalan membuat banyak pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat kebingungan karena akses utama yang biasa digunakan masyarakat tidak dapat dilalui. Padahal, menurut sejumlah warga, lokasi penutupan jalan dinilai cukup jauh dari titik aktivitas pembongkaran lapak pedagang.
Situasi semakin diperparah karena jalur alternatif yang tersedia juga mengalami kendala. Akses melalui Perumahan Grand Emerald disebut ditutup oleh warga setempat, sementara jalur Central Duren Cisoka 1 mengalami kemacetan panjang, terutama pada jam sibuk sekitar pukul 17.36 WIB saat masyarakat pulang dan berangkat kerja.
Sejumlah warga dan pengguna jalan sempat meminta petugas Dishub untuk membuka kembali akses tersebut. Mereka beralasan tidak ada aktivitas alat berat maupun pembongkaran yang berlangsung di ruas jalan yang ditutup, sehingga kendaraan dinilai masih dapat melintas dengan aman.
Namun permintaan tersebut tidak direspons, sehingga sejumlah pengendara motor nekat melintas melalui trotoar. Dalam kondisi itulah seorang pengendara perempuan kehilangan kendali dan terjatuh, memicu reaksi emosional dari warga dan pengguna jalan lainnya.
Ketegangan pun sempat terjadi antara masyarakat dan petugas Dishub. Warga menilai penutupan jalan seharusnya mempertimbangkan keselamatan serta kebutuhan mobilitas masyarakat yang terdampak.
“Kasih saja motor lewat. Ini jalan umum. Kalau motor masih bisa lewat, biarkan lewat. Akhirnya malah terjadi kecelakaan dan masyarakat yang dirugikan. Kasihan warga yang membutuhkan akses jalan,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat melakukan evaluasi terhadap rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama proses penataan pasar berlangsung, sehingga tidak menimbulkan kemacetan maupun risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
