Janji Belum Terbukti! HMI Serang Turun Jalan Tuntut Zakiyah-Najib Kerja Nyata
Table of Contents
![]() |
| Dok. Istimewa |
STCPOS.ID - Refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Hj. Ratu Rachmatuzakiyah dan Wakil Bupati Muhammad Najib Hamas pecah jadi aksi panas. HMI Cabang Serang turun ke jalan, bakar ban, dan kepung Pendopo Kabupaten Serang, Selasa (26/05/2026)
Asap hitam mengepul tinggi. Teriakan tuntutan menggema. Mahasiswa menyebut janji perubahan selama setahun terakhir belum menyentuh warga.
“Ini evaluasi, bukan perayaan. Pendidikan, kesehatan, lingkungan, sampai aset daerah yang tumpang tindih dengan Kota Serang belum beres. Semua dasar, tapi langkah nyatanya nihil,” tegas Ketua Bidang PTKP HMI Cabang Serang, Anang Ma’ruf Faisal, di tengah massa.
Dua isu paling disorot: lingkungan rusak dan lapangan kerja sulit. Di Bojonegara dan Pulau Ampel, truk ODOL terus merusak jalan dan udara. HMI menuntut Pemkab Serang tidak lepas tangan meski kewenangan ada di provinsi.
Masalah kedua datang dari kawasan industri. Pabrik menjamur, tapi pengangguran di Serang tetap tinggi. Dinas Ketenagakerjaan dinilai gagal fungsi. Praktik calo tenaga kerja disebut masih merajalela.
“Industri banyak, warga Serang tetap susah kerja. Ini kontradiksi. Dinasnaker harus dievaluasi. Calo kerja harus diberantas,” seru Anang.
Ketegangan memuncak saat massa mencoba merangsek masuk pendopo. Saling dorong dengan aparat tak terhindarkan. Muhamad Zidanurrival
(Wasekbid PTKP) maju menengahi.
(Wasekbid PTKP) maju menengahi.
“Kami datang bawa data dan kajian, bukan kerusuhan. Suara rakyat belum didengar. Kalau dibenturkan, apa boleh buat. Senjata kami intelektual,” katanya di hadapan barisan polisi.
Muhamad zidanureival meminta aparat membuka ruang agar delapan tuntutan HMI sampai ke Bupati Serang.
Wakil Bupati Najib Hamas akhirnya turun menemui massa. Ia mengakui angka pengangguran turun secara statistik, tapi belum tuntas.
“Ini baru tahun pertama dari lima tahun. Kritik kalian jadi vitamin buat kami bekerja lebih cepat,” ujar Najib.
Soal tambang ilegal dan truk ODOL di jalur Pulampel-Bojonegara, Najib mengaku sudah beberapa kali turun bersama Pemprov Banten. Ia bahkan menyebut pernah duduk di aspal bersama mahasiswa sebagai bentuk komitmen.
“Saya bukan hanya wakil bupati. Saya kader HMI. Jiwa dan semangat kita sama, hanya beda posisi sekarang,” katanya.
Delapan tuntutan yang dibawa HMI meliputi evaluasi kinerja kepala daerah, perbaikan pendidikan, kesehatan, lingkungan, penataan aset, penertiban truk ODOL, evaluasi Dinas Ketenagakerjaan, pemberantasan calo kerja, dan transparansi lowongan kerja.
Aksi mereda setelah Najib berjanji meneruskan tuntutan ke dinas terkait. Sekarang tinggal satu pertanyaan: apakah delapan poin itu akan ditindaklanjuti, atau hanya jadi janji penenang massa.(*/ino)
