Cegah Bencana Demografi, Kepala BNN RI Ajak Mahasiswa Mercu Buana jadi Agen Of Change Againt Drugs

Table of Contents
Dok. Istimewa
STCPOS.ID - Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menegaskan bahwa visi besar Indonesia Emas 2045 tidak akan pernah terwujud tanpa adanya generasi muda yang bersih dari penyalahgunaan narkotika. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, saat menjadi narasumber utama dalam Seminar Nasional bertajuk "Agent of Change Against Drugs: Peran Mahasiswa dalam Menjaga Masa Depan Bangsa" yang berlangsung di Aula Rektorat Universitas Mercu Buana (UMB), Jakarta Barat, pada Selasa (26/5). 

Acara yang diinisiasi oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB UMB ini dihadiri oleh Rektor, Dekan FEB, jajaran dosen, serta ratusan mahasiswa. 

Dalam orasi ilmiahnya, Kepala BNN RI menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian sivitas akademika UMB. Ia menekankan bahwa kampus memiliki posisi strategis sebagai "laboratorium peradaban" yang harus menjadi benteng pertahanan utama dari infiltrasi narkotika. 

Di hadapan para mahasiswa, Kepala BNN RI memaparkan data memprihatinkan terkait kenaikan angka prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia yang kini telah menyentuh 2,11 persen atau mencakup sekitar 4,15 juta jiwa. Kelompok usia produktif dan akademisi menjadi sasaran empuk yang paling rentan terhadap ancaman ini. Pada rentang usia 15–24 tahun (usia pelajar dan mahasiswa), angka prevalensi bahkan mencapai 2,53 persen. 

"Narkotika kini bergerak lebih senyap melalui media sosial, transaksi digital, hingga tersamarkan dalam produk gaya hidup modern. Salah satu fenomena mengerikan saat ini adalah penyalahgunaan rokok elektrik atau vape sebagai media/delivery system untuk menyelundupkan zat narkotika, seperti ganja sintetis, metamfetamina, hingga obat bius etomidate," ujar Kepala BNN RI. 

Menanggapi ancaman zat baru (New Psychoactive Substances/NPS) tersebut, BNN terus memperkuat pembuktian berbasis ilmiah (scientific crime investigation) serta mendorong regulasi ketat, seperti diterbitkannya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2025 yang resmi menetapkan etomidate sebagai narkotika golongan 2 sejak akhir tahun lalu. 

Menghadapi momentum bonus demografi (2025–2045), Kepala BNN RI mengingatkan agar ledakan usia produktif ini tidak berubah menjadi bencana demografi akibat rusaknya kualitas sumber daya manusia oleh narkotika.

Oleh karena itu, Ia menitipkan Lima Peran Strategis bagi mahasiswa Universitas Mercu Buana untuk diimplementasikan secara nyata dalam gerakan "Kampus Bersinar" (Bersih Narkotika): penggerak literasi, penjaga lingkungan pertemanan, penggerak kegiatan positif, agen kontra-narasi digital, dan mitra advokasi kebijakan kampus.

"Tahun 2045 mungkin terasa masih jauh, namun waktu bagi sejarah bangsa sangatlah singkat. Mahasiswa yang duduk di ruangan ini kelak akan memegang peran penting sebagai pimpinan perusahaan, pejabat publik, hingga penggerak ekonomi. Jangan korbankan masa depan besar itu demi tekanan pergaulan atau gaya hidup semu," pesan Kepala BNN RI menutup orasinya yang disambut dengan seruan jargon pembakar semangat, "War on Drugs for Humanity!"