Stamper Menganggur, Paving Blok KUA Binong Disorot Diduga Dikerjakan Asal-asalan
Table of Contents
![]() |
| Dok. Istimewa |
Hal itu disampaikan oleh seorang warga Desa Pasir Kembang, Umang, saat dikonfirmasi media online, Minggu (19/04/2026). Ia mengaku melihat langsung proses pengerjaan yang dinilainya tidak maksimal.
Menurut Umang, pemasangan paving blok hanya dilakukan dengan metode sederhana, yakni menggunakan pasir uruk tanpa proses pemadatan yang memadai. Setelah diratakan secara manual, paving blok langsung dipasang di atasnya.
“Saya lihat cuma diuruk pakai pasir, diratakan manual, habis itu langsung dipasang. Tidak ada pemadatan yang benar,” ujarnya.
Ia juga menyoroti keberadaan alat pemadat (stamper) yang tidak digunakan selama proses pekerjaan berlangsung. “Ada dua unit stamper di atas mobil losbak, tapi sepertinya tidak dipakai,” tambahnya.
Sementara itu, pengawas pekerjaan, Rahmat, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari dana perawatan. Ia juga menyarankan agar informasi lebih lanjut ditanyakan langsung kepada pekerja di lapangan.
“Itu dana perawatan, Om. Silakan tanya ke yang bekerja di lapangan saja,” singkatnya.
Terpisah, pihak Kementerian Agama Kabupaten Serang melalui Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas) memberikan klarifikasi terkait pembangunan KUA tersebut. Ia menjelaskan bahwa gedung KUA Kecamatan Pamarayan telah dibangun menggunakan pembiayaan dari SBSN melalui DIPA Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten.
“Alhamdulillah KUA Kecamatan Pamarayan sudah memiliki gedung sendiri yang dibiayai melalui SBSN. Pembangunan gedung tersebut satu paket dengan mebelernya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa untuk informasi lebih rinci terkait pembangunan, pihak yang berwenang memberikan keterangan adalah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten.
“Kami di tingkat kabupaten maupun KUA Pamarayan hanya sebagai penerima manfaat pembangunan gedung tersebut,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak pelaksana proyek terkait metode teknis pengerjaan paving blok yang dipersoalkan warga.(*Red/Ary)
