Proyek Paving di Bojongloa Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Kualitas Dipertanyakan
Table of Contents
![]() |
| Dok. Stcpos.id |
STCPOS.ID | Kabupaten Tangerang — Proyek Pemeliharaan Lanjutan Jalan Lingkungan (Paving Blok) Kp. Bojong Loa RT 004 RW 001, Desa Bojongloa menjadi sorotan. Kegiatan yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 dengan volume pekerjaan 74 meter x 2,5 meter, yang dikerjakan oleh CV. Asli Bunga Raisa, diduga tidak dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis.(25/04/2026)
Berdasarkan hasil pengamatan awak media di lokasi, ditemukan sejumlah kejanggalan dalam proses pengerjaan. Pemasangan paving block dilakukan diduga tanpa menggunakan alat pemadatan seperti stamper atau plate compactor. Padahal, tahapan pemadatan merupakan bagian penting untuk memastikan kekuatan dan kestabilan konstruksi agar tidak mudah mengalami penurunan.
Selain itu, metode pemotongan paving block yang digunakan di lokasi juga tidak sesuai standar teknis. Pekerja terlihat menggunakan gerinda tangan, yang mengakibatkan hasil potongan tidak presisi dan berpotensi mempengaruhi kerapatan serta kekuatan antar susunan paving.
Temuan lain di lapangan menunjukkan pemasangan kanstin atau beton pengunci yang tidak dilakukan dengan benar. Beberapa bagian terlihat tidak tertanam dengan baik bahkan terkesan menggantung, sehingga tidak berfungsi optimal sebagai pengunci struktur paving di sisi jalan.
Lebih lanjut, awak media juga menemukan adanya penggunaan material paving block dalam kondisi pecah yang tetap dipasang. Kondisi ini bertentangan dengan ketentuan teknis yang mengharuskan penggunaan material dalam keadaan utuh dan layak pakai.
Secara visual, susunan paving juga terlihat kurang rapi dengan celah yang tidak seragam. Hal ini berpotensi menyebabkan pergeseran paving dan mempercepat kerusakan akibat beban maupun pengaruh air.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai kondisi pekerjaan tersebut.
Masyarakat berharap adanya evaluasi menyeluruh dan pengawasan lebih ketat agar pekerjaan pembangunan infrastruktur dapat dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan memberikan manfaat yang optimal.(*Red//)
Berdasarkan hasil pengamatan awak media di lokasi, ditemukan sejumlah kejanggalan dalam proses pengerjaan. Pemasangan paving block dilakukan diduga tanpa menggunakan alat pemadatan seperti stamper atau plate compactor. Padahal, tahapan pemadatan merupakan bagian penting untuk memastikan kekuatan dan kestabilan konstruksi agar tidak mudah mengalami penurunan.
Selain itu, metode pemotongan paving block yang digunakan di lokasi juga tidak sesuai standar teknis. Pekerja terlihat menggunakan gerinda tangan, yang mengakibatkan hasil potongan tidak presisi dan berpotensi mempengaruhi kerapatan serta kekuatan antar susunan paving.
Temuan lain di lapangan menunjukkan pemasangan kanstin atau beton pengunci yang tidak dilakukan dengan benar. Beberapa bagian terlihat tidak tertanam dengan baik bahkan terkesan menggantung, sehingga tidak berfungsi optimal sebagai pengunci struktur paving di sisi jalan.
Lebih lanjut, awak media juga menemukan adanya penggunaan material paving block dalam kondisi pecah yang tetap dipasang. Kondisi ini bertentangan dengan ketentuan teknis yang mengharuskan penggunaan material dalam keadaan utuh dan layak pakai.
Secara visual, susunan paving juga terlihat kurang rapi dengan celah yang tidak seragam. Hal ini berpotensi menyebabkan pergeseran paving dan mempercepat kerusakan akibat beban maupun pengaruh air.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai kondisi pekerjaan tersebut.
Masyarakat berharap adanya evaluasi menyeluruh dan pengawasan lebih ketat agar pekerjaan pembangunan infrastruktur dapat dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan memberikan manfaat yang optimal.(*Red//)
