Dua Kapal Tangker Pertamina Bersiap Melintasi Selat Hormuz Setelah Tertahan Berbulan-bulan
Table of Contents
![]() |
| Dok. Istimewa |
STCPOS.ID | Kabar baik datang bagi Indonesia. Setelah berminggu-minggu tertahan di perairan Teluk Persia akibat ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat, dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) kini bersiap kembali berlayar.
Momentum ini terbuka setelah pemerintah Iran resmi mengumumkan pembukaan kembali jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz pada Jumat, 17 April 2026.
Dua kapal yang dimaksud adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. Pertamina Pride, supertanker berkapasitas sekitar 2 juta barel, tengah menjalankan misi pengangkutan minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Sementara itu, Gamsunoro mengangkut kargo milik konsumen pihak ketiga.
Berdasarkan data pelacakan terbaru, Pertamina Pride terakhir terdeteksi di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi. Adapun Gamsunoro berada di perairan sekitar Dubai, Uni Emirat Arab.
Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, memastikan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif. PIS langsung menyusun passage plan atau rencana pelayaran yang komprehensif agar kedua kapal dapat melintasi selat tersebut dengan aman dan secepat mungkin.
“Kami siaga melakukan pemantauan secara intensif dan menyiapkan perencanaan pelayaran yang aman agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz,” ujar Vega di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
Persiapan tersebut mencakup penyusunan rute, identifikasi risiko, penguatan sistem navigasi elektronik, hingga penyiapan rencana kontingensi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan.
Selain itu, PIS juga mengintensifkan koordinasi lintas pemangku kepentingan. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia berperan aktif melalui jalur diplomatik dengan otoritas Iran guna memastikan kelancaran perizinan. PIS juga berkoordinasi dengan perusahaan asuransi, manajemen kapal, pemilik kargo, serta otoritas setempat.
“Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan awak kapal serta keamanan kapal dan seluruh muatannya,” tegas Vega.
Pembukaan Selat Hormuz diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melalui platform X. Ia menyatakan bahwa jalur pelayaran untuk seluruh kapal komersial telah dibuka penuh selama sisa periode gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang berlangsung selama 10 hari.
Namun demikian, izin tersebut hanya berlaku bagi kapal komersial, sementara kapal militer masih dilarang melintas. VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengingatkan bahwa implementasi di lapangan tetap memerlukan koordinasi teknis lebih lanjut dengan otoritas setempat, khususnya terkait jalur pelayaran dan prosedur keselamatan.(*Red/)
