Baru Satu Bulan Rampung Sudah Retak, Desak Inspektorat Audit Proyek U-ditc di Cibugel
Table of Contents
Dua paket proyek dengan judul Belanja Modal Bangunan Pembawa Air Kotor yang di kerjakan oleh CV BERKAH HAMAS JAYA, Proyek Penunjukan Langsung Kecamatan Cisoka pada Tahun Anggaran 2026, masing-masing memiliki nilai pagu sebesar Rp99.999.960. Lokasi pekerjaan berada di Perumahan Griya Permata Cisoka RT 003 RW 008 serta Blok C RW 008 sekitar Musolah Baiturrohman.
Namun ironisnya, berdasarkan hasil pantauan awak media sekitar satu bulan(Maret) setelah proyek dinyatakan selesai, ditemukan sejumlah kerusakan yang cukup mencolok. Pada bagian sela-sela antar U-ditch terlihat tidak dilakukan perapihan atau penguncian struktur secara maksimal. Celah antar beton dibiarkan terbuka dan hanya ditutup dengan material urugan seadanya, tanpa adanya penguatan yang layak.
Lebih parah lagi, di beberapa titik ditemukan U-ditch yang sudah dalam kondisi retak, padahal usia proyek tergolong masih sangat baru. Kondisi ini memunculkan dugaan kuat bahwa kualitas material maupun pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai standar teknis konstruksi.
“Ini baru hitungan minggu sudah rusak, jelas sangat mengecewakan. Kualitasnya patut dipertanyakan,” ujar salah satu warga sekitar.
Temuan tersebut juga mengarah pada dugaan lemahnya pengawasan dari pihak Kecamatan Cisoka sebagai pelaksana kegiatan. Pasalnya, kerusakan dini seperti ini semestinya dapat dicegah jika pengawasan dilakukan secara optimal sejak awal pekerjaan.
Aktivis pemerhati kebijakan publik, Tian Arsy, mendesak agar persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Ia meminta Inspektorat Kabupaten Tangerang segera turun tangan melakukan audit menyeluruh.
“Ini bukan sekadar soal retak atau tidak, tapi soal tanggung jawab penggunaan anggaran publik. Kami mendesak Inspektorat segera audit proyek ini, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga kualitas material yang digunakan,” tegas Tian.
Ia juga menambahkan, fenomena proyek dengan nilai mendekati Rp100 juta yang kemudian menunjukkan kualitas rendah harus menjadi perhatian serius, agar tidak menimbulkan kerugian negara dan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kecamatan Cisoka belum memberikan klarifikasi resmi terkait kondisi proyek tersebut.
Masyarakat pun berharap adanya tindakan tegas dan transparansi, agar pembangunan yang menggunakan uang rakyat benar-benar memberikan manfaat, bukan justru menyisakan persoalan baru.(*//Red)
