Polres Serang Monitoring Wilayah Terdampak Cuaca Ekstrem, Sejumlah Pemukiman Tergenang
Table of Contents
SERANG | Jajaran Polres Serang melakukan monitoring wilayah akibat cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah hukum Polres Serang, Minggu (08/03/2026).
Kegiatan monitoring tersebut dipimpin oleh kabag ops polree serang guna memastikan kondisi masyarakat serta memantau dampak curah hujan tinggi yang menyebabkan genangan air di beberapa kecamatan.
Berdasarkan hasil pemantauan di Bendungan Baru Pamarayan Desa Panyabrangan, Kecamatan Cikeusal, pada pukul 10.00 WIB tercatat debit air mencapai 470 M³/detik dengan status normal dan empat pintu bendungan dibuka. Sementara kondisi cuaca terpantau mendung.
Dari hasil monitoring di lapangan, terdapat beberapa wilayah yang terdampak genangan air akibat curah hujan tinggi dan luapan sungai, di antaranya Kecamatan Pontang, Cikande, Kibin, Ciruas dan Jawilan dengan ketinggian air bervariasi mulai dari 5 cm hingga 100 cm.
Di Kecamatan Pontang, genangan air terjadi di Kampung Kemayungan, Desa Sukajaya, dengan ketinggian air sekitar 50 hingga 60 cm yang merendam kurang lebih 200 rumah warga akibat luapan Sungai Ciwaka.
Sementara di Kecamatan Cikande, beberapa wilayah seperti Desa Parigi, Songgom Jaya, Desa Koper dan Desa Cikande juga terdampak genangan air. Bahkan di Desa Songgom Jaya, ketinggian air mencapai 50 hingga 100 cm yang merendam 132 rumah warga serta beberapa fasilitas umum, di antaranya UPT SDN Songgom Jaya dan Pesantren Al Ma’arif.
Selain itu, genangan air juga terjadi di Perumahan Banten Nagara Lestari dan Perum Bumi Ketos Regency Kecamatan Kibin, serta Perumahan BCP 2 Kecamatan Ciruas. Di Kecamatan Jawilan, akses jalan Kampung Panenjoan menuju Kampung Parodot Desa Majasari untuk sementara tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat karena ketinggian air mencapai 60 cm.
Kapolres Serang AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H. mengatakan bahwa hingga saat ini warga yang terdampak masih bertahan di rumah masing-masing dan belum terdapat laporan adanya warga yang mengungsi.
Polres Serang bersama unsur TNI, BPBD, pemerintah daerah dan masyarakat terus melakukan pemantauan serta langkah-langkah penanganan di lapangan.
“Personel Polres Serang terus melakukan monitoring wilayah, memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, serta membantu warga mengevakuasi barang-barang berharga,” ujar Kapolres.
Selain itu, Polres Serang juga telah mendirikan posko tanggap bencana serta menyalurkan bantuan berupa sembako dan obat-obatan kepada warga yang terdampak banjir.
Polres Serang mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di sekitar bantaran sungai, agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat intensitas hujan yang masih cukup tinggi. (*/Tomi)
