‎Diduga Tercemar Limbah, Ikan di Sungai Dekat Pabrik di Desa Pematang Ditemukan Mati

Table of Contents

STCPOS.ID | Warga Kampung Bidara RT 01 RW 04, Desa Pematang, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan kondisi sungai di sekitar wilayah mereka setelah ditemukan sejumlah ikan mati mengapung di aliran sungai yang berada tidak jauh dari area pabrik PT Damai Abadi.
‎Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan secara lengkap dan hanya berinisial BS, mengatakan bahwa kejadian tersebut pertama kali diketahui Bs ketika melihat kondisi air sungai berubah dan banyak ikan mati di permukaan.
‎“Awalnya BS melihat air sungai terlihat berbeda dari biasanya, lalu tidak lama kemudian banyak ikan yang mati mengapung di sungai. Kami khawatir ini ada kaitannya dengan limbah dari pabrik yang berada di sekitar lokasi,” ujar Bs, kepada awak media, Selasa (17/3/2026).
‎Menurut keterangan Bs, sungai tersebut sebelumnya masih sering dimanfaatkan masyarakat sekitar, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun sebagai sumber ekosistem bagi ikan dan biota air lainnya. 

Namun belakangan ini BS merasa khawatir akan adanya dugaan pencemaran yang dapat berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.
‎Menanggapi hal tersebut, Zulfadli, yang dikenal sebagai aktivis kontrol sosial di Kabupaten Tangerang, meminta agar pihak terkait segera turun tangan melakukan pengecekan dan investigasi terhadap dugaan pencemaran tersebut.
‎“Jika benar terdapat dugaan pembuangan limbah yang menyebabkan ikan mati di sungai, maka hal ini harus segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup. Lingkungan hidup adalah hak masyarakat yang harus dijaga bersama,” tegas Zulfadli.
‎Ia juga menegaskan bahwa perusahaan yang beroperasi di suatu wilayah memiliki kewajiban untuk mengelola limbah sesuai dengan aturan yang berlaku agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat maupun lingkungan.
‎Zulfadli berharap pemerintah daerah dan aparat berwenang dapat melakukan pemeriksaan secara transparan sehingga masyarakat mendapatkan kepastian terkait penyebab matinya ikan di sungai tersebut.
‎“Jika memang terjadi pencemaran lingkungan, maka harus ada tindakan tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tambahnya.
‎Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan yang berada di sekitar lokasi belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. 

BS dan warga sekitar berharap ada penjelasan dan langkah nyata agar kondisi sungai kembali normal dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi lingkungan sekitar. (*/Jamal)