Warga Desa Gabus Cari Keadilan, Rumah Terendam Diduga Dampak Pagar PT LBI
Table of Contents
STCPOS.ID | Penantian panjang hampir satu tahun lebih harus dilalui satu keluarga warga Kampung Linduk, RT 009/RW 005, Desa Gabus, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, yang terpaksa bertahan di tengah genangan air yang merendam rumah mereka.
Kondisi tersebut diduga kuat sebagai dampak keberadaan pagar milik PT LBI yang menghambat aliran air di sekitar permukiman warga. Minggu (01/02/2026).
Pantauan awak media di lokasi menunjukkan kondisi rumah milik Maya kian memprihatinkan. Dinding rumah tampak lembap dan mulai rapuh, lantai tergenang air, serta perabotan rusak akibat genangan yang tak kunjung surut.
Akibat kondisi tersebut, aktivitas keluarga terganggu. Mereka bahkan terpaksa pindah ke bekas kandang jangkrik milik keluarga, yang dinilai jauh dari kondisi layak huni.
“Sejak pagar itu ada, air tidak punya jalur keluar. Rumah kami jadi korban,” ujar Maya kepada awak media, sambil mengusap dada dan menghela napas panjang, tampak beban berat di wajahnya.
Maya mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pemerintah desa. Ia menyebut pernah ada perwakilan PT LBI yang datang untuk mencari solusi terkait pembayaran tanah dan rumahnya, namun negosiasi harga belum menemui kesepakatan sehingga pembahasan kembali buntu dan tidak menghasilkan solusi yang diharapkan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Gabus, Endang, mengatakan pihak desa pernah memediasi kedua belah pihak dan berupaya memberikan solusi terbaik.
“Kami sudah mencoba memediasi untuk mencari solusi terkait harga tanah dan rumah warga. Saya berharap kedua belah pihak segera mendapatkan solusi terbaik. Di satu sisi, hak warga jangan sampai diabaikan, dan di sisi lain perusahaan juga harus tetap berjalan sebagaimana mestinya. Secara kepedulian, pihak perusahaan pernah memberikan bantuan secara sukarela,” ujar Kades Endang.
Meski demikian, Maya berharap perhatian pemerintah desa tidak berhenti pada bantuan sementara, tetapi juga diikuti langkah konkret untuk menyelesaikan akar permasalahan agar dirinya dan keluarga dapat kembali tinggal di tempat yang layak.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT LBI belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan dampak pagar perusahaan terhadap lingkungan dan permukiman warga Desa Gabus. (*/Jamal)
