Minim Respons Pemdes setempat, Dewan PKS Turun Langsung Tinjau Rumah Reot Warga Kemuning
Table of Contents
STCPOS.ID | Pemberitaan awak media terkait kondisi rumah tidak layak huni milik Bapak Jamun di Kampung Pabuaran, Desa Kemuning, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, akhirnya memicu respons nyata.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi PKS, Ian Mulyana turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan kondisi hunian tersebut, Rabu (11/2/2026).
Sebelumnya, kondisi rumah yang memprihatinkan itu ramai diberitakan karena dinilai sudah tidak layak ditempati.
Namun, hingga pemberitaan beredar, disebutkan belum ada respons konkret dari aparat pemerintah setempat.
Sorotan publik inilah yang kemudian mendorong dilakukannya kunjungan lapangan oleh anggota legislatif.
Saat peninjauan, terlihat bangunan rumah mengalami kerusakan pada bagian atap, dinding, serta struktur utama.
Selain itu, akses menuju lokasi juga cukup sulit dilalui karena berada di jalur tanah dan area yang kerap tergenang, sehingga menyulitkan aktivitas penghuni sehari-hari.
Dalam keterangannya kepada awak media, Ian Mulyana menyampaikan bahwa hasil kunjungan tersebut akan segera dikoordinasikan dengan pihak kecamatan dan pemerintah kabupaten agar ada langkah tindak lanjut.
“Ya mudah-mudahan kalau kita dari DPRD, nanti kita tembuskan juga ke Pak Camat ataupun ke Pak Bupati. Nanti apa responnya, intinya setelah kunjungan ini kita usahakan. Minimal kalau akses jalan belum bisa, ya kita rumahnya dulu kita dorong penanganannya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) tidak hanya bergantung pada satu sumber anggaran.
Menurutnya, bantuan dapat diupayakan melalui berbagai jalur, mulai dari program daerah, Dinas perumahan dan permukiman, bantuan Provinsi, hingga skema kolaboratif — bergantung pada usulan dan kebijakan pemerintah setempat.
Di lokasi yang sama, Bapak Jamun menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan.
“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Pak Dewan yang telah mengunjungi gubuk saya yang seperti ini keadaannya,” ucapnya.
Warga berharap peninjauan tersebut segera diikuti langkah konkret berupa perbaikan hunian dan pembenahan akses, serta mendorong agar laporan masyarakat dan temuan media dapat lebih cepat ditindaklanjuti oleh pemangku wilayah tanpa harus menunggu sorotan luas terlebih dahulu. (*/Jamal)
