Dibalik Megahnya Pembangunan, Satu Keluarga di Kampung Lombang Cisoka Bertahan di Rumah Nyaris Roboh
Table of Contents
STCPOS.ID | Pembangunan terus digelorakan.Bangunan-bangunan berdiri kokoh, anggaran dari pajak rakyat digelontorkan hingga miliaran rupiah. Namun di sudut Kampung Lombang RT 02/07, Desa Cempaka, Kecamatan Cisoka, masih ada potret kemiskinan yang seakan tak tersentuh, Sabtu (14/02/2026).
Sanamah hidup dalam keterbatasan bersama seorang anak dan cucunya. Dengan suara terbata-bata, ia menceritakan kondisi rumahnya yang memprihatinkan kepada awak media.
“Ya begini, Pak, keadaannya. Rumah yang atapnya hampir roboh. Untuk penghasilan sehari-hari juga tidak ada. Paling kadang ada tetangga yang memberi bantuan, atau ada yang menyuruh memijat, itu pun tidak tiap hari. Saya hanya bisa bersyukur saja, mudah-mudahan cepat ada bantuan dari pemerintah,” ungkap Sanamah dengan penuh harap.
Ironisnya, keluarga ini bukan tak pernah terdata. Mereka sudah beberapa kali didatangi dan dicatat oleh Ketua RT setempat dalam pendataan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Namun hingga hari ini, belum ada realisasi bantuan. Belum ada perubahan nyata.
Pertanyaannya sederhana: mengapa warga yang benar-benar membutuhkan justru terabaikan?
Di saat proyek-proyek pembangunan terus berjalan dan laporan anggaran tersusun rapi di atas kertas, masih ada masyarakat yang bertahan hidup dalam kondisi memprihatinkan. Jangan sampai pendataan hanya menjadi formalitas tanpa solusi nyata.
Keluarga ini tidak meminta kemewahan. Mereka hanya menginginkan rumah yang aman untuk berteduh, tempat tinggal yang layak agar bisa hidup dengan sedikit rasa tenang.
Keprihatinan juga datang dari Ketua Forum Bela Negara kabupaten Tangerang Endang Haeriry, yang menilai kondisi tersebut sangat memprihatinkan dan harus segera mendapat perhatian pemerintah.
“Saya sangat miris melihat keadaan rumah Ibu Sanamah yang nyaris roboh dan tidak layak huni. Ini harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak, khususnya pemerintah setempat, agar segera turun tangan memberikan bantuan nyata. Jangan sampai warga hidup dalam kondisi yang membahayakan keselamatannya, sementara pembangunan terus berjalan di berbagai tempat,” tegas Endang.
Ia juga berharap pendataan warga tidak mampu benar-benar ditindaklanjuti dengan solusi konkret, sehingga bantuan dapat tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
Harapan kini tertuju kepada pemerintah setempat dan para pemangku kebijakan di wilayah Kecamatan Cisoka untuk mendengar keluh kesah warga serta turun langsung melihat kondisi di lapangan. Kehadiran negara harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Karena sejatinya, pembangunan bukan hanya tentang beton dan bangunan megah, tetapi tentang keberpihakan kepada mereka yang paling membutuhkan. (*/Jamal)
