Diduga Dibawa Kabur Pria Kenalan, Remaja 14 Tahun Warga Cileles Tangerang Ditemukan Linglung

Table of Contents
Foto Ilustrasi
STCPOS.ID | Warga Kecamatan Tigaraksa digegerkan oleh hilangnya seorang remaja putri berusia 14 tahun, sebut saja Mawar, warga Kampung Cigaling, Desa Cileles, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. 

Mawar diduga dibawa kabur dan disembunyikan oleh seorang pria berinisial IP yang masih satu desa dengan korban.

Peristiwa ini ramai diperbincangkan setelah keluarga korban menyebarkan informasi kehilangan melalui media sosial Facebook dan status WhatsApp. 

Mawar dilaporkan hilang sejak 28 Desember 2025, usai pamit kepada orang tuanya untuk membeli seblak di sekitar rumah. Namun hingga larut malam, bahkan keesokan harinya, Mawar tak kunjung kembali.

Kondisi tersebut membuat kedua orang tua korban panik dan cemas. Upaya pencarian mandiri dilakukan keluarga hingga akhirnya, pada 29 Desember 2025 pukul 21.55 WIB, orang tua Mawar berinisial E (44) didampingi kerabat mendatangi Mapolsek Tigaraksa untuk melaporkan kehilangan anak kandungnya. 

Laporan tersebut diketahui masih dibuat secara tulisan tangan oleh petugas piket.
Tak berhenti di situ, pihak keluarga juga mengumumkan kehilangan Mawar melalui jejaring media sosial guna meminta bantuan masyarakat. Informasi hilangnya Mawar pun menyebar luas dan sampai ke perangkat desa setempat.

Kepada awak media, E mengungkapkan bahwa berdasarkan sejumlah informasi yang diterimanya, Mawar diduga dibawa kabur dan disembunyikan oleh seorang pria berinisial Ip. Informasi tersebut diperoleh dari berbagai sumber yang mengetahui keberadaan korban.


“Dari informasi yang kami dapatkan, anak saya berada di rumah orang tua Ip,” ujar E kepada awak media melalui sambungan telepon, Rabu (31/12/2025).

Berbekal informasi tersebut, E bersama beberapa anggota keluarga mendatangi rumah orang tua IP. Di lokasi tersebut, Mawar akhirnya ditemukan. Namun kondisi korban disebut memprihatinkan.

“Anak saya ditemukan dalam keadaan ketakutan, seperti linglung dan bingung,” ungkap E.

E juga menyebutkan bahwa keberadaan Mawar di rumah tersebut diduga diketahui oleh orang tua Ip, dan korban disebut telah berada di lokasi itu selama beberapa hari. 

Pasca penemuan Mawar, pihak keluarga kemudian berkoordinasi dengan Kepala Desa Cileles, didampingi salah satu Jaro desa, untuk membahas langkah selanjutnya.

Sebagai tindak lanjut, Kepala Desa Cileles disebut akan mendampingi keluarga korban untuk melakukan Visum et Repertum (VER) guna memastikan kondisi fisik dan psikis Mawar.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Cileles belum berhasil dikonfirmasi oleh awak media terkait langkah pendampingan dan perkembangan kasus tersebut. 

Sementara itu, pihak kepolisian diharapkan dapat mengusut tuntas dugaan pembawaan lari anak di bawah umur ini sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (*/Jamal)